Langsung ke konten utama

Pengertian pecahan desimal




LIHAT KE HALAMAN ASLI

M. Nawi Harahap

Widyaiswara P4TK Medan

Memahami Pecahan Desimal


Diperbarui: 27 Juli 2015   01:32

Abstrak
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah. Dari tiga materi pelajaran Matematika yang diajarkan di Sekolah Dasar (aritmatika, aljabar, dan geometri), ternyata materi aljabar khususnya masalah tentang pecahan desimal selalu menjadi penyebab rendahnya prestasi belajar Matematika siswa Sekolah Dasar dan bahkan siswa Sekolah Menengah
Pendahuluan
Pemahaman tentang konsep pecahan desimal sangat penting bagi peserta didik dalam mempelajari materi pecahan. Dengan pemahaman tentang pecahan desimal diharapkan pemahaman siswa terhadap pecahan menjadi lebih baik. Untuk mempelajari konsep pecahan desimal, dapat dimulai dengan memahami konsep pecahan persepuluhan, perseratusan, dan perseribuan.

Konsep Pecahan Desimal
Pecahan desimal adalah pecahan yang mempunyai penyebut khusus yaitu sepuluh, seratus, seribu, dan seterusnya.
a. Konsep persepuluhan
    Untuk penyebut persepuluhan maka dibelakang koma ada 1           angka yang merupakan angka pembilang.
    1/10 = 0,1
    1/2 = 5/10 = 0,5
b. Konsep perseratusan
    Untuk penyebut perseratusan maka dibelakang koma ada 2           angka, yang merupakan angka pembilang.
    1/100 = 0,01
    2/100 = 0,02
    3/4 = 75/100 = 0,75
c. Konsep perseribuan
    Untuk penyebut perseribuan maka dibelakang koma ada 3             angka, yang merupakan angka pembilang.
    1/1000 = 0,001
    1/8 = 125/1000 = 0,125
Nilai Tempat Desimal
Untuk mempelajari bilangan pecahan desimal, kita perlu memahami nilai tempat dan arti dari penulisan bilangan pecahan desimal. Untuk itu, perhatikan bilangan-bilangan pecahan yang penyebutnya kelipatan 10  seperti  1/10 , 1/(100 ) , 1/1000 , dan  1/10000
Jika bilangan-bilangan pecahan itu ditulis dalam bentuk pecahan desimal, maka penulisannya adalah sebagai berikut:
1/10 ditulis 0,1
1/100 ditulis 0,01
1/1000 ditulis 0,001
1/10000 ditulis 0,0001
Nilai tempat pada pecahan desimal dapat dijelasakan seperti contoh di bawah ini
1 2 3 , 4 5 6
6= Perseribuan
5= Perseratusan
4= Persepuluhan
3= Satuan
2= Puluhan
1= Ratusan
Dengan memperhatikan sistem nilai tempat, kita dapat menyatakan bentuk panjang dari bilangan pecahan desimal seperti 456,789 yaitu
456,789 = 400+50+6+ 0,7 + 0,08 + 0,009
456,789 = 400 + 50 + 6 + 7/10 + 8/100 + 9/1000
456,789 = 400+50+6 + 700/1000 + 80/1000 + 9/1000
456,789 = 400 + 50 + 6 + 789/1000
Video Pilihan
HALAMAN SELANJUTNYA 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian aksara jawa

Buka menu utama Cari Bahasa Jawa bahasa Austronesia yang banyak dituturkan di Jawa Tengah dan Timur Baca dalam bahasa lain Unduh Pantau Sunting  Artikel ini memuat  aksara Jawa . Tanpa  dukungan multibahasa , Anda mungkin akan melihat tanda tanya, tanda kotak, atau karakter lain selain dari  aksara Jawa . Bahasa Jawa  ( Basa Jawa ,  Hanacaraka : ꦧꦱꦗꦮ,  Pegon : باسا جاوا) adalah bahasa  Austronesia  yang utamanya dituturkan oleh penduduk bersuku  Jawa  di wilayah bagian tengah dan timur  pulau Jawa . Bahasa Jawa juga dituturkan oleh diaspora Jawa di wilayah lain di Indonesia, seperti di  Sumatra  dan  Kalimantan ; serta di luar Indonesia seperti di  Suriname ,  Belanda , dan  Malaysia . Jumlah total penutur bahasa Jawa diperkirakan mencapai sekitar 75,5 juta pada tahun 2006. Sebagai bahasa Austronesia dari subkelompok  Melayu-Polinesia , b...

Pengertian Bola voli

Bola voli  ( bahasa Inggris :  volleyball ) adalah permainan  olahraga  yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki  enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan  bola voli pantai  yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. Olahraga Bola Voli dinaungi  FIVB (Federation Internationale de Volleyball) [1]  sebagai induk organisasi internasional, sedangkan di Indonesia, olahraga bola Voli dinaungi oleh  PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia). [2]